Chapter 11 - Seorang Ibu, Seorang Putri, dan Pria Yang Merayunya
Sepulang sekolah, mereka kembali ke rumah masing-masing. Saat hari mulai gelap, Ryuichi pergi ke rumah Shizuna.
"Ah, Shishido-kun!"
"Apa kau menunggu di sini daritadi?"
"Ya. Aku merasa sangat bersemangat, Kau tahu. ”
Tempat yang akan mereka tuju adalah tempat yang tidak seharusnya dikunjungi oleh seorang siswa sekolah menengah. Dan itu juga jelas bukan tempat untuk gadis polos seperti Shizuna. Tapi Shizuna menatap lurus ke mata Ryuichi. Matanya mengatakan padanya bahwa dia tidak ingin mendapat jawaban 'tidak' dia akan mengikutinya apa pun yang terjadi.
“…Haaah.”
“Heehee! Ayolah, Shishido-kun. ♪”
Menurutmu ini salah siapa? Ryuichi memelototinya, tapi Shizuna sama sekali tidak terlihat terganggu.
“……?”
Tiba-tiba, Shizuna mengeluarkan ponselnya.
"Sohei-kun?"
"Siapa itu, teman masa kecilmu?"
"Ya. Aku akan membalas pesan nya nanti ketika aku pulang dan sampai di rumah. Ayo pergi, Shishido-kun.”
“B-Baiklah…”
Ryuichi terkejut melihat ketidakpedulian Shizuna terhadap pesan teman masa kecilnya. Pertama-tama, manga hanya menggambarkan kisah Sohei dan Shizuna setelah mereka menjalin hubungan, jadi moment yang menyebabkan itu hanya diceritakan dalam fragmen.
... Seharusnya, Aku tidak sedekat ini dengan Shizuna.
NTR adalah saat dimana seseorang menikung, sementara sisi lain akan tertikung. Itulah alur cerita asli dunia ini.
Pertama-tama, Ryuichi saat ini tidak memiliki niat untuk membuat ancaman fisik pada Shizuna. Bagaimanapun, dunia ini bukan lagi fiksi, tapi kenyataan. Sebuah ancaman bisa membuatnya mendapatkan masalah, apalagi sampai memperkosa seseorang, itu akan membuatnya mendapatkan tiket gratis kepenjara.
"Ah sial, pasti akan menyebalkan jika aku tertangkap."
"Hah? Apa Kau melakukan tindakan ilegal?”
Mata Shizuna terlihat kaget saat dia menatap Ryuichi. Tidak mungkin dia memberitahunya bahwa ada dunia di mana dia akan melakukan sesuatu yang sangat salah di masa depan. Tentu saja, seperti yang telah dikatakan berkali-kali, itu tidak mungkin sekarang, tetapi meskipun demikian, Ryuichi bertaruh bahwa dia sendiri tidak akan pernah menduga bahwa dia akan menjadi pusat dari semua itu.
“Hai, Rindo.”
"Ya?"
"Jika seseorang menyerangmu, apa yang akan kau lakukan?"
"Hah? Tentu saja Aku akan menelepon polisi.”
"…Ya. Itu hal yang normal untuk dilakukan. Anak yang baik."
“… Apa yang kau bicarakan?”
Pertanyaan Ryuichi wajar saja. Biasanya, dalam manga NTR, Protagonis dan Heroine wanita biasanya mati otak dan tidak melakukan hal apapun seperti melapor ke polisi dari awal sampai akhir. Ryuichi mengangguk setuju, tampaknya tergerak oleh fakta bahwa Shizuna masih memiliki pikiran normal untuk memanggil polisi.
“…Shishido-kun.”
"Hmm?"
Saat Ryuichi menganggukkan kepalanya, Shizuna, yang menatapnya dengan saksama, tiba-tiba menanyakan sesuatu.
“Jika aku diserang oleh seseorang… Apa kau akan datang untuk menyelamatkanku?”
“……”
Tentu saja, Ryuichi tidak bisa memberitahunya bahwa sejak awal dialah yang menyerangnya. Dia hanya bisa menjawab dengan samar, dan Shizuna mungkin hanya akan tersenyum dan tidak melanjutkan masalah ini lebih jauh. Tapi ketika dia melihat Shizuna menatapnya dengan secercah harapan di matanya… Dia terkekeh dan berpikir dalam hati bahwa jika dia menjawab dengan samar sekarang, pria macam apa dia?
“Tentu saja, jika kau memanggilku, tentu saja. Aku akan menyelamatkanmu."
Dia memilih jawaban yang aman dan tidak berbahaya. Ryuichi mulai berjalan sebelum dia mendengar jawabannya, tapi segera Shizuna berjalan di sampingnya, sembari tersenyum, itu adalah senyum terindah yang pernah dia lihat.
“Terima kasih, Shishido-kun. ♪”
Melihat senyumannya membuat Ryuichi tersenyum ringan sebagai jawaban. Mereka berdua kemudian berjalan melewati kota, dan akhirnya sampai di depan bar.
“… Jadi ini tempatnya.”
"Ya. Mungkin terlihat mencurigakan bagimu, tapi begitulah semua bar terlihat.
Di luar sudah gelap, dan sosok orang yang mencoba memikat pelanggan ke tempat mereka dapat terlihat dengan jelas. Beberapa dari mereka bahkan adalah kenalan Ryuichi, yang lain mengedipkan mata dengan sugestif padanya atau melambai padanya. Beberapa pria berjas dan beberapa wanita dengan pakaian terbuka.
"Ayo, kita masuk."
“O-Oke…”
Shizuna sedikit takut, tapi dengan Ryuichi di sisinya membuat rasa takutnya menghilang. Shizuna melanjutkan langkahnya dan berada tepat di Ryuichi.
Saat mereka menuruni tangga yang membawa mereka ke besmen, mereka akhirnya menemukan sebuah pintu. Itu adalah pintu yang membawamu masuk dalam kehidupan malam, tempat yang sangat familiar bagi Ryuichi namun baru bagi Shizuna.
"Aku tahu akan ada banyak orang di sini."
“… Ini benar-benar tempat semacam itu.”
Begitu mereka masuk, mereka langsung disambut oleh suasana yang ramai dan meriah. Secara alami, sebagian besar orang di dalamnya adalah orang dewasa, tidak ada seorang siswa sekolah seperti mereka berdua. Sejumlah pria yang lebih tua mengalihkan pandangan mereka ke Shizuna ketika dia masuk, tapi Ryuichi memberi mereka sedikit tatapan tajam dan mereka dengan cepat mengalihkan pandangan mereka.
“Di satu sisi, aku seperti membawamu sebagai pasanganku atau semacamnya. Tapi jangan khawatir, Akan ku pastikan untuk melindungimu. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi, tapi jika itu terjadi, aku akan selalu berada di sisimu.
“Ah… Oke.”
Ketika Shizuna mendengar kata-kata Ryuichi, pandanganya mengarah ke bawah. Ryuichi tidak bisa melihat ekspresinya, jadi dia tidak tahu apa yang dia pikirkan. Dia dengan lembut memegang ujung baju Ryuichi dan tidak melepaskannya.
Bersama-sama, mereka menuju meja konter. Di sana, seorang pria dengan wajah tegas mengalihkan pandanganya ke Ryuichi dan Shizuna.
"Yo. Sudah lama yah, 'manajer Ossu.”
Ya, pria ini adalah manajer bar. Dia membuat ekspresi tidak senang saat melihat Ryuichi, dengan sifatnya yang biasa. Kemudian, dia mengalihkan perhatiannya ke Shizuna dan mengatakan sesuatu yang mirip dengan apa yang pernah dia katakan beberapa waktu lalu.
“Gadis kecil, dengarkan aku, pulanglah sekarang juga. Aku yakin Kau tahu orang seperti apa pria ini, bukan?
“Ya, aku tahu, tapi terima kasih atas perhatia mu. Aku mengikuti Shishido-kun ke sini atas kemauan diriku sendiri.”
"Hmm? Baiklah kalau begitu. Ruang belakang kosong, kau bisa menggunakannya. ”
"Tidak, aku tidak di sini untuk menggunakannya kali ini."
Ryuichi menolak dan duduk. Manajer tampak terkejut mendengar Ryuichi datang hari ini bukan untuk melakukan hal-hal itu, melainkan hanya makan malam bersama.
“… Harus kukatakan, spertinya ada sesuatu yang berubah tentangmu.”
"Kau bukan satu-satunya orang yang mengatakan itu padaku."
“Maksudku, perilaku menyebalkanmu itu sepertinya sudah sedikit terkontrol… Yaah.. Aku tidak masalah dengan itu, jika kau datang hanya untuk makan, aku akan memperlakukan mu lebih baik, Aku akan segera menyiapkan nya, Gadis kecil, tunggulah sebentar.”
"Terima kasih."
Tempat ini memang memiliki suasana yang mencurigakan, tapi pada dasarnya, ini memang restoran biasa. Hanya segelintir orang termasuk Ryuichi yang tahu jika ada ruangan di belakang yang biasa digunakan untuk kencan dan melakukan aktivitas nakal.
"Spertinya... Tempat ini benar-benar memiliki perasaan dewasa dan nyaman.”
“Ya ampun Rindo, jika kau mengatakan itu, Kau sudah seperti gadis nakal saja.”
“Apa yang kau katakan,? Saat aku duduk di sini, aku sudah menjadi gadis nakal, sama sepertimu.”
"Sentuh."
Ryuichi tertawa. Setelah itu, mereka menikmati makanan mereka yang telah disajikan oleh manajer. Shizuna awalnya merasa sedikit gugup karena restoran itu terlihat seperti restoran kelas atas, tapi segera, dia langsung terpikat dengan kelezatan makanannya.
“Makanan ini sangat enak. Terutama meunière ini.”
"Itu benar. Sup ini juga luar biasa.”
“Haha, kau punya mata yang bagus, gadis kecil. Tapi serius, bagaimana seseorang seperti Ryuichi membuat gadis baik sepertimu menjadi pacarnya?”
Shizuna tersedak saat mendengar kata-kata manajer.
"Apa aku salah?"
“Ayolah. Dia hanya teman sekelas.”
Ketika Shizuna mendengar Ryuichi mengatakan mereka "hanya teman sekelas", Shizuna sedikit cemberut, tapi pertama-tama dia harus fokus untuk berdehem. Setelah dia tenang, dia mengoreksi perkataan manajer, wajahnya juga memerah.
“Dia benar. Kita tidak dalam hubungan seperti Pa pacar atau semacamnya.”
"Oh? Begitu kah.
Baik Ryuichi maupun Shizuna tidak tahu apa yang dipikirkan manajer ketika dia terkekeh.
"Apa kau baik-baik saja? Apa ada nasi yang jatuh dari hidungmu?”
"Tentu saja tidak!"
Ini akan menjadi bencana bagi seorang gadis seusianya jika memperlihatkan penampilan seperti itu. Dia akan sangat amat malu jika mengalaminya. Saat mereka sedang makan, seorang wanita masuk melalui pintu depan.
"Ah, sudah lama sejak terakhir kali kau di sini."
"Ya. Senang bertemu denganmu lagi, Tuan.”
Tangan Ryuichi dan Shizuna berhenti saat mendengar suara wanita itu.
"Hah?" "Tunggu…"
Keduanya saling memandang, mata mereka tampaknya menyampaikan keraguan mereka. “Tidak mungkin, kan?” mereka berkata seperti itu ketika mereka menoleh untuk melihat wanita tersebut. Pada saat yang sama, wanita itu memperhatikan pandangan mereka dan menoleh untuk melihat mereka.
"…Apa?"
Wanita itu memandang Ryuichi dan Shizuna secara bergantian, matanya melebar karena terkejut.
“I-Ibu…?”
“…Shizuna? Kenapa kau ada di sini…? Dan Kau juga…"
Wanita yang muncul bukanlah orang asing bagi Shizuna dan Ryuichi. Dia adalah ibu Shizuna, Sakie, yang berbagi malam dengan Ryuichi tidak lama sebelumnya.
“…Tunggu... 'Ibu'?!”
Tentu saja, Ryuichi juga terkejut, dan untuk berbagai alasan. Pada saat yang sama, otaknya langsung menyimpulkan sesuatu: situasi ini adalah situasi terburuk yang mungkin terjadi.
Takdir benar benar tidak terduga..
Chapter Selanjutnya
Daftar Chapter
Chapter Sebelumnya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar