Responsive Advertisement

Update Hari Ini

Rabu, 17 Mei 2023

Netorare Manga no Kuzu Otoko ni Tensei Shita Hazu ga Heroine ga Yottekuru Ken Chapter 3 Bahasa Indonesia


Chapter 3 Bakat Dalam Hal Tidur


“… Seseorang menatap tajam ke arahku.”

Ryuichi diam-diam bergumam pada dirinya sembari menahan diri agar dirinya tidak menguap. Jam pelajaran kedua baru saja selesai, tapi dia masih bisa merasakan tatapan tajam padanya bahkan selama waktu istirahat. Dia menghela nafas, sudah bisa menebak dari siapa tatapan ini berasal.

 

"Pasti si Protagonis, kah ..."

 

Ryuichi tidak yakin sepenuhnya, karena tidak memiliki bukti, tapi intuisinya mengatakan itu dia. sang Protagonis di dunia ini bernama Shinozaki Souhei; dia terlihat biasa-biasa saja sehingga orang mungkin mengira dia hanya mob atau karakter sampingan. Tapi, yah...kurasa memang itulah sifat dari seorang protagonis.

 

"Kurasa aku akan pergi ke toilet."

 

Masih merasakan tatapan darinya, Ryuichi bangkit dari tempat duduknya. Saat dia keluar dari kelas, dia melirik ke arahnya… dan mata mereka bertemu dengan jelas. Dia tampaknya terpengaruh oleh fakta bahwa Shizuna berbicara dengan Ryuichi.

 

“…Haaah.”

 

Saat berada di kamar kecil, Ryuichi memikirkan dunia ini sekali lagi. Ini masih bulan April, sementara cerita utama akan dimulai sebelum liburan musim panas. atau lebih tepatnya sebelum liburan musim panas dimulai, Ryuichi dan Shizuna akan melakukan hubungan seksual satu sama lain, kemudian, selama libur panjang, Shizuna akan dilatih penuh untuk menjadi wanita yang diinginkan oleh Ryuichi.

 

“Seseorang benar benar bisa berubah, bukan?”

 

Shizuna memiliki penampilan Yamato Nadeshiko, Dia memiliki tubuh yang Nakal bertentangan dengan penampilannya yang murni. bahkan setelah berakhirnya libur musim panas, dia mulai mengecat rambutnya menjadi pirang dan mengubah cara berpakaiannya, hingga tidak tidak sesuai dengan peraturan sekolah.

 

Kedua versi Shizuna itu digambar dengan indah, itu mungkin sebuah bukti yang menunjukkan betapa terampilnya ilustrator yang menggambar manga itu. Namun meski begitu, selera Ryuichi terhadap style Shizuna sangat berbeda. Sebelum dia mendapatkan kembali ingatannya, dia lebih suka tipe yang mencolok dan flamboyan, tetapi setelah dia mendapatkan kembali ingatannya, seleranya berubah menjadi seorang gadis yang polos dan jujur.

 

"Yah, itu tidak penting."

 

Cerita utamanya dimulai sebelum libur musim panas, yang berarti itu adalah saat dimana Shinozaki dan Shizuna mulai berkencan. Itulah mengapa Shizuna sebelumnya tidak terlalu melihat Shinozaki secara khusus. Itu mungkin karena dia masih belum menyadari bahwa Shinozaki menyukainya.


Ryuichi meninggalkan kamar kecil setelah menyelesaikan urusannya, tapi saat dia berjalan menyusuri lorong, dia bisa melihat siswa lain pada menjauhi dan menghindarinya. Sayangnya, Ryuichi sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini.

 

Tetapi bahkan pria nakal seperti Ryuichi pun masih memiliki seseorang teman yang biasa memanggilnya.


"Yo. Kau ingin merokok atau sesuatu 
"Merokok?, Tidak."


Ketika dia kembali ke kelas, dia didekati oleh anak laki-laki flamboyan yang mirip dengannya. Namanya Fushimi Makoto, sesama anak nakal dan teman dekat Ryuichi. Dia menggunakan kata "Gomi (sampah)" untuk merujuk padanya, tapi panggilan Ryuichi tidak lebih baik, ditambah, Makoto juga memiliki tingkat kemampuan akademik yang lumayan. Itu adalah misteri bagaimana kedua anak laki-laki ini memiliki spesifikasi yang sangat tinggi.

 

“Jarang sekali aku melihat Rindo berbicara denganmu. Apa kau menidurinya?”

"Tidak, aku tidak melakukan apapun padanya."


Ryuichi menanggapi kata-kata langsung Makoto dengan tatapan yang mengatakan bahwa dia menyebalkan. Ryuichi tidak tahu tentang temannya yang lain, tapi dia tahu pasti bahwa Makoto akan menanyakan hal ini padanya. Lagipula, bahkan teman-teman Ryuichi berpikir sangat aneh melihat dia dan Shizuna bersama karena mereka hampir tidak ada hubungannya satu sama lain.

 

“Kau tahu, jika kau melakukanya, aku pikir aku bisa memintanya padamu jika kau sudah selesai denganya. Tidak banyak gadis di kelas kita yang semanis dia.”

"Kau tidak berubah..."

 

Dia hidup sesuai dengan keinginan bagian bawahnya, pikir Ryuichi, tetapi Ryuichi tidak dalam posisi untuk meledeknya karena dia juga sama dengannya, sampai beberapa hari yang lalu. Juga, apa yang dia katakan sebelumnya bukanlah alasan atau apapun, benar-benar tidak ada apa-apa antara dia dan Shizuna, jadi dia merasa tidak ada yang perlu diceritakan kepadanya.

 

Makoto juga sepertinya sudah bisa menebaknya dari tingkah laku Ryuichi bahwa sebenarnya tidak ada yang terjadi, jadi dia meninggalkan topik itu.

 

“Ngomong-ngomong, Ryuichi. Akan ada pesta lagi di klub itu dalam waktu dekat. Kau ikut?”

"…Ah."

 

Klub itu adalah tempat Ryuichi dan Chisa bertemu. Itu adalah pesta di mana banyak laki laki dan perempuan akan berkumpul bersama secara teratur dan… yah, mereka akan memilih siapa saja yang mereka sukai untuk melakukan one-night stand bersama. Pada dasarnya, Kau dapat menganggapnya sebagai pesta Underground.

 

"Tidak, aku pikir aku akan berhenti pesta untuk sementara waktu."

"Kau serius?"

 

Mata Makoto membelalak karena terkejut atas tanggapan Ryuichi. Saat ini, Ryuichi tahu betul citra seperti apa yang dia miliki, tapi sejak dia mendapatkan kembali ingatannya, dia kehilangan minat untuk pergi ke tempat-tempat seperti itu.

 

“Kau, seorang iblis seks yang terkenal, melewatkan pesta malam? aku ingin tahu apakah akan terjadi bencana alam yang dahsyat besok.

"Kasar sekali."

"Maaf, Salahku."

 

Dia meminta maaf dan tertawa.

 

“Aku akan mengatakan ini, ku pikir kau sudah berubah. Kau memiliki aura yang berbeda hari ini. Tentu saja, kau yang lama juga baik, tapi menurutku kau yang baru lebih baik dalam banyak hal, kau tahu?”

“Chisa juga mengatakan nya.”

“Aku pikir begitu. Siapa pun yang benar-benar mengenal mu akan memberi tau mu hal yang sama.

“… Hmm.”

 

Itu tidak seperti Ryuichi telah mengubah cara dia berbicara, dan dia juga tidak bisa mengatakan apa-apa tentang "aura" di sekitarnya karena dia sendiri tidak tahu bagaimana penampilannya di mata orang lain. Mengesampingkan fakta bahwa mereka adalah teman yang dia temui dalam keadaan yang tidak baik, Makoto dan Chisa mengatakan hal yang sama padanya, jadi aura di sekitar Ryuichi pasti benar-benar berubah.
 

"Yah, jika kamu memutuskan untuk datang, beri tahu aku, oke?"

"Tentu."

 

Tapi aku tidak akan berubah pikiran. Aku tidak akan pergi. Ryuichi akan menjaga kata-kata itu.

 

Waktu berlalu, dan sekolah telah usai, setelah sepulang sekolah. Ryuichi adalah satu-satunya yang tersisa di kelas, mungkin karena dia tertidur di mejanya ketika jam pelajaran terakhir dimulai.

 

“… Tidak ada yang membangunkanku… 
Yah, itu wajar.”

 

Orang lain tidak akan pernah berpikir untuk berbicara atau bahkan membangunkan seseorang dengan penampilan seperti Ryuichi, jadi dalam arti tertentu, begitulah seharusnya.

 

Dia berdiri dengan tasnya, yang tidak berisi materi pelajaran apapun, dia tiba-tiba mengalihkan perhatiannya ke vas bunga. Ada bunga-bunga yang indah di dalamnya, tapi air yang sangat mereka butuhkan untuk kebutuhan nutrisinya kotor.


"Apa yang dilakukan petugas piket di siang hari?"

 

Mengganti air untuk bunga adalah tugas harian siswa yang piket, tapi tampaknya tidak melakukan pekerjaan itu hari ini. Meskipun tidak baik untuk langsung mengambil kesimpulan karena mereka mungkin lupa, Ryuichi tidak bisa menahan nafas saat dia mengambil vas itu.

 

"…Oh? Shishido-kun?”

"Hmm?"

 

Saat dia akan keluar untuk mengganti air di dalam vas, pertemuan yang tak terduga terjadi. Itu adalah Shizuna yang sedang Membawa tas di punggungnya, dia tampak terkejut saat melihat Ryuichi yang sedang memegang vas.


“Bukankah kau seharusnya sudah pulang.”

“Um, ya. Aku baru saja melupakan sesuatu… Kenapa kau memegang vas itu, Shishido-kun?”

“Spertinya petugas piket hari ini lupa mengganti air yang ada didalam vas bunga. Aku tidak ingin airnya tetap kotor, jadi aku pikir aku akan menggantinya sendiri.”

“……”


Mata Shizuna tampak kaget sekaligus takjub saat mendengar kata-kata Ryuichi, dia sampai ragu dengan apa yang didengarnya. Itu bukan sesuatu yang biasanya dilakukan Ryuichi… sebenarnya, itu bahkan adalah sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Itulah alasan mengapa dia merasa sedikit tidak nyaman ditatap seperti itu oleh Shizuna.

 

"Apakah salah bagiku jika melakukan ini?"

"Hah?! Tidak, tentu tidak! Aku hanya berpikir itu sangat berbeda dengan dirimu…”

"Jadi begitu."

"Maaf…"

 

Ryuichi menertawakan permintaan maaf Shizuna yang jujur. Dia berjalan melewati Shizuna dan keluar untuk mengganti air, hanya untuk menemukan bahwa Shizuna juga meninggalkan tasnya dan mengikutinya.

 

“Kenapa kau mengikutiku…?”

“Aku ingin melihat kau mengganti airnya… kurasa?”

 

Dia tahu akan sulit untuk menghentikannya, jadi dia membiarkan dia untuk mengikutinya. Begitu mereka sampai pada tempat tujuan, Ryuichi meletakkan vas itu dan menggulung lengan bajunya. Saat melakukan itu, lengannya yang kecokelatan, tebal, dan berotot mulai terlihat.
 

“……”

“……”

 

Mereka tak mengatakan sapatah kata pun satu sama lain mereka hanya diam. Setelah mengganti air kotor dengan air bersih baru yang segar, Ryuichi bisa melihat bunga-bunga itu mulai kembali segar dan terlihat cantik. Ryuichi tersenyum puas karena telah melakukan pekerjaannya dengan baik, sementara Shizuna menatapnya dengan bingung.

 

“… Kurasa rumah hanyalah rumor.”

"Rumor?"

"Ya. Dalam banyak kesempatan aku mendengar banyak rumor tentangmu, siswa nakal terburuk dalam sejarah sekolah kita, Kau tidak ada duanya dalahm hal kenakalan.

"Yah, mereka tidak salah."

 

Desas-desus yang tersebar itu tidak sepenuhnya salah Shizuna tidak mengenal Ryuichi dengan baik. Dia hanya mengatakan apa yang dia lihat karena dia tidak tahu apa yang telah dilakukan Ryuichi atau sperti apa dia menghabiskan waktunya.

 

“… Tapi menurutku kau orang yang baik, Shishido-kun.”

“Hentikan itu. Aku tidak seperti apa yang kau bilang.”

“Fufu, apapun yang kau katakan. Kau tau orang yang benar-benar buruk tidak akan melakukan apa yang baru saja Kau lakukan."

“Cih…”

 

Ryuichi menggaruk kepalanya, bertanya-tanya di mana letak kesalahannya. Seolah ingin menanamkan sedikit kehati-hatian padanya, atau untuk memberi tahu dia orang seperti apa dia itu, Ryuichi menekan Shizuna ke dinding.

 

Suara bantingan terdengar saat dia meletakkan tangannya di sebelah Shizuna—dia sedang melakukan kabe-don yang terkenal itu.

 

“S-Shishido-kun…?”

“Lebih baik jangan terlalu dekat denganku. Kau tidak akan pernah tahu kapan aku akan menerkam Mu.

 

Ryuichi membiarkan seringai nakal terlihat di wajahnya, yang terlihat seperti berandalan sejati. Tapi kemudian, sesuatu yang aneh terjadi. Alih-alih melarikan diri, Shizuna menatap langsung ke mata Ryuichi dengan pipi merah merona.

 

"…Ah."

 

Ryuichi tiba-tiba teringat detail tertentu yang penting. Dalam alur cerita, Shizuna memang diserang dan dirusak oleh Ryuichi, tapi dia sendiri sebenarnya memiliki sifat nakal dan masokis yang tertidur di dalam dirinya. Ryuichi, melakukan nya dengan cara yang khas, seperti yang ada di doujin, yang membangunkan keterampilan pasif nya ini… Tapi tentunya itu tidak mungkin terjadi sekarang. Ryuichi menggelengkan kepalanya sebagai penyangkalan.

 

“Aku akan pulang sekarang. Lebih baik kau juga cepat pulang, kau dengar?”

“Y-Ya…”

 

Aku merasa seperti melakukan hal yang seharusnya tidak kulakukan… Ryuichi merenung sembari berjalan pulang.

Note:
Yamato Nadeshiko, itu semacam istilah di jepang yang menggambarkan bentuk ideal seorang wanita, dan untuk percakapan penyebutan temanya si Ryuichi tadi sebenarnya gua gak tau dia menggunakan kata apa, karena kalo di translate artinya ngaur dan panjang, jadi katanya gua ganti ke ごみ (Gomi) yang artinya sampah. Ya walaupun artinya beda, intinya tetep sama.





 Chapter Selanjutnya


Daftar Chapter


Chapter Sebelumnya 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments