Responsive Advertisement

Update Hari Ini

Jumat, 19 Mei 2023

Netorare Manga no Kuzu Otoko ni Tensei Shita Hazu ga Heroine ga Yottekuru Ken Chapter 7 Bahasa Indonesia


Chapter 7 - Pertemuan Itu Seperti Mimpi 


Itu adalah kenangan yang masih segar di benak Ryuichi. Itu adalah kenangan yang terjadi sebelum dia mendapatkan kembali ingatannya, saat dia berkeliaran di sekitar kota pada malam hari, dia bertemu dengan seorang wanita cantik. Ryuichi berbicara padanya saat dia sedang berjalan sendiri, matanya diwarnai dengan melankolis.


 


"Yo. Apa yang dilakukan wanita cantik sepertimu; berjalan dengan murung sendirian di malam yang cerah ini?”


“……”


 


Dia mulai mendekatinya, cantik dan sederhana. Bagi Ryuichi, malam yang baik adalah malam di mana dia bisa bertemu dengan wanita cantik dan berhubungan dengannya di tempat tidur. Jadi hari itu, Ryuichi mencari wanita yang bersedia menjadi pasangannya.


 


"Jika kau mau, kau dan aku bisa membicarakannya di Bar yang ada di sana?"


“…Fufu, kedengarannya bagus. Dengan senang hati akan kuterima tawaran mu untuk melepas semua kesedihan ku, hanya untuk pria tampan yang memanggil ku di malam yang sepi ini.


 


Wanita itu tahu bahwa “mengobrol” hanyalah dalihnya, namun meski begitu, dia masih mengangguk setuju. 


 


Ryuichi membawa wanita itu ke bar favoritnya, bar yang biasa dia kunjungi, dijalankan oleh seorang manajer, dia membiarkan barnya dikunjungi oleh siswa sekolah menengah yang nakal.


 


Selain memiliki ruang untuk pelanggan makan, bar ini juga memiliki ruang pribadi di belakangnya, ruangan yang disiapkan khusus untuk tujuan tersebut , ruangan ini juga telah digunakan Ryuichi berkali-kali untuk kencannya.


 


“'Hai, bos. Tolong buatkan Aku minuman untuk gadis cantik di sebelahku”


“Kau membawa satu lagi kali ini? Hei kau. Aku menyarankan mu untuk keluar dari sini sekarang. Yang dia inginkan hanyalah menidurimu di tempat tidur.


“Fufu, terima kasih atas perhatianmu. Tapi untuk hari ini, kupikir aku akan membiarkan kehangatannya menenangkanku.”


"…Begitukah? Maka aku tidak akan mengatakan apapun lagi".


 


Manajer itu sepertinya merasakan sesuatu pada wanita itu dan memutuskan untuk membiarkan Ryuichi melakukan apa yang diinginkannya.


 


Karena Ryuichi masih di bawah umur, dia tidak diizinkan untuk minum alkohol. Wanita itu minum sedikit. Ketika suasana hatinya sedang baik, dia membawanya ke ruang belakang.


 


"Ah... ♪"


 


Ryuichi Memeluk wanita dewasa yang memikat itu dengan tangannya yang berotot. Dia tampak terkejut pada awalnya, tapi segera, dia meletakkan tangannya di lengan Ryuichi dan mendesah sedih.


 


“Sudah bertahun-tahun sejak suamiku meninggal… jadi kadang-kadang, aku mengalami malam-malam seperti ini, malam dimana aku merasa kesepian. Aku punya seorang anak perempuan, ketika dia di rumah, dia bisa meredakan kesepian itu. Tapi hari ini, dia menginap dengan temannya.”


“Jadi begitu. Jadi kau kesepian dan memutuskan berkeliaran di jalan sendirian di malam hari.”


“Aku sebenernya tidak keluar untuk mencari teman, aku hanya berniat untuk pergi minum sebentar dan kemudia pulang. Tapi kemudian, aku bertemu denganmu. ♪”


 


Wanita itu berbalik dan mencium bibir Ryuichi. Dia sudah terbiasa berciuman, tapi ciuman tiba-tiba darinya mengejutkan Ryuichi. Namun, tidak ingin kalah dengannya, Ryuichi dengan cepat mulai mengendalikan lidahnya dengan lidah wanita itu.


 


"Kau cukup bagus."


“Yah, aku cukup percaya diri dalam menangani wanita. Jangan khawatir, aku akan memastikan Kau menikmati malam ini.


 


Mereka terus berciuman dengan penuh semangat, kemudian dia mendorong tubuhnya ke tempat tidur. Tubuh wanita itu semenarik wanita usia kuliah mana pun yang pernah berhubungan dengan Ryuichi, meski dia mungkin berusia pertengahan tiga puluhan mengingat dia memiliki anak perempuan.


 


“Aku merasa sangat aman dalam pelukanmu. Kau kasar dan kuat, meski begitu, tubuhku memberitahuku bahwa dia ingin kau mengacaukanya.”


"Senang mendengarnya. Sekarang... Oh, benar. Mengapa kita tidak berkenalan? Aku tidak keberatan bahkan jika Kau menggunakan nama samaran.”


"…Benar."


“Kau mungkin sudah mendengarnya dari manajer, tapi namaku Ryuichi. Bagaimana denganmu?”


“Aku Sakie.”


"Baiklah. Kalau begitu, Sakie, mari kita bercinta malam ini.”


"Ya. ♪”


 


“… Uh.”


“B-Bangun sekarang, Ryuichi?”


“…Makoto?”


 


Erangan keluar dari mulutnya saat Ryuichi membuka matanya. Dia melihat sekeliling dan melihat bahwa saat ini dia sedang berada di kelasnya di sekolah, banyak siswa sedang berada di dalam kelas. Itu wajar karena saat ini adalah jam istirahat singkat.



“… Apa aku tertidur?”


“Ya, dan nyenyak sekali. Guru pun bahkan sampai menyerah untuk membangunkanmu.”


"…Aw. Sial, aku mengacau.”


 


Meskipun tidak diketahui apakah Ryuichi yang sebelumnya akan mengatakan hal yang sama, Ryuichi saat ini, paling tidak, merenungkan kesalahannya. Melihat ini, Makoto memberinya tatapan kaget yang sepertinya mengatakan, "Sialan, apa kau benar-benar Ryuichi?" Mengetahui apa arti tatapannya, Ryuichi dengan kesal mendengus padanya.


 


“Ya ampun, kau benar-benar berubah, bukan? Maksudku, kau sangat pintar sehingga guru tidak pernah mengatakan apapun, Bahkan meski kau memiliki sikap buruk di kelas, kau akan tetap lolos jika nilai mu bagus.


“Hal yang sama berlaku untukmu, bukan?”


"Ya, tapi setidaknya aku tidak tertidur di kelas!"


“… Cih.”


 


Dia ada benarnya. Makoto tidak pernah tertidur di kelas, dia juga tertutup dalam bermain dengan wanita, jadi dia tidak berada di situasi yang sangat buruk.


 


“… Ah, itu mimpi yang sangat nostalgia.”


 


Itu adalah kenangan malam yang penuh gairah dengan seorang wanita cantik yang dia temui beberapa waktu lalu saat berjalan-jalan di luar pada malam hari, seorang janda yang menyebut dirinya Sakie. Ryuichi tidak pernah melihatnya lagi sejak saat itu, wanita secantik dia pasti sudah menikah lagi dan membangun keluarga bahagia sekarang.


 


“…Ah, sekarang aku ingat. Sakie adalah wanita yang mirip dengan Shizuna.”


 


Shizuna dan Sakie memberikan sama sama memberikan ekspresi senang ketika dia memeluk mereka, dan tingkah laku mereka sangat mirip satu sama lain. Sekarang jika dia memikirkannya, penampilan mereka juga sangat mirip… Jangan bilang mereka sebenarnya ibu dan anak? Tapi dia membuang pikiran itu dan menertawakannya, berpikir, "Hal seperti itu tidak mungkin terjadi."


 


“Kau tidur sangat nyenyak bukan, Shishido-kun?”


“Ya… Fuaaaah… Ah?”


"Apa? Kenapa kau menatapku dengan mulut terbuka lebar?”


 


Itu karena dia tiba-tiba menyadari Shizuna sedang berada tepat di sebelahnya seolah-olah itu adalah hal yang biasa. Kecuali dia masih setengah tidur, dia berani bersumpah Shizuna tidak ada di sampingnya saat dia sedang berbicara dengan Makoto. Itu artinya dia entah bagaimana telah berhasil sampai ke sisi Ryuichi sementara dia tidak menyadarinya… Dia menggeser kursinya sedikit untuk membuat jarak di antara mereka.


 


“… Aku tahu aku salah karena mendekatimu tanpa peringatan, tapi apa kau harus bertindak setakut itu padaku?”


“Aku tidak takut atau apapun. Aku hanya berpikir kau menyeramkan.”


"Itu bahkan lebih buruk!"


 


Suaranya yang keras menggetarkan pikirannya yang mengantuk, membuat Ryuichi mengerutkan alisnya.


 


“Seriusan, apa yang terjadi di antara kalian berdua? Kenapa kalian tiba-tiba begitu dekat satu sama lain?”


"Yahh... Bisa dibilang banyak hal yang terjadi di antara kita."


"Terjadi, apa yang terjadi diantara kalian?"


“Diam, dan pergilah.


 


Ryuichi membuat gerakan mengusir dengan tangannya sementara Makoto tertawa sembari meninggalkan keduanya. Dia menyukai hal menarik yang terjadi di sekitarnya, salah satunya ialah rasa penasarannya dengan perubahan Ryuichi, yang membuat Ryuichi terganggu. Ryuichi juga mewaspadai gadis yang saat ini berdiri di sampingnya, karena dia tidak pernah tahu kapan dia akan mengeluarkan sesuatu berbahaya dari mulutnya.


 


"Jadi? Apa kau punya urusan denganku?”


“…Tidak, aku tidak punya urusan tertentu. Aku hanya ingin berbicara denganmu. Apa tidak bisa?”


“… Tidak, tidak bukan apa-apa.”


 


Akan mudah bagi Ryuichi jika menolaknya karena itu merepotkan, tapi dia tidak ingin membuatnya sedih, dan dia juga tidak ingin dianggap kasar oleh semua orang. Mungkin mendapatkan kembali ingatannya membuatnya memiliki sedikit malu dari sebelumnya, atau mungkin itu hanya karena perubahan pikiran.


 


"Apa kau khawatir tentang rumor yang muncul?"


"Tent kau juga tidak menginginkannya, kan?"


“Hmm, yah, Kita tidak keberatan… Benar bukan, Teman teman?”


 


Dengan itu, Shizuna mengalihkan perhatiannya ke teman-temannya. Gadis-gadis itu, yang pernah berbicara singkat dengannya beberapa waktu yang lalu saat di kamar kecil, mereka melambaikan tangan mereka dengan penuh semangat ketika mata Ryuichi tertuju pada mereka. Ternyata, Obrolan Ryuichi dengan mereka hari itu menghasilkan hal yang positif.


 


“……?”


 


Tiba-tiba, Ryuichi merasakan tatapan dan langsung menoleh untuk melihat Sohei, teman masa kecil Shizuna, dia menatapnya. Dan ketika pandangan mereka bertemu, dia dengan cepat memalingkan muka, tampaknya fakta bahwa Ryuichi berbicara dengan Shizuna seperti ini membebani pikirannya.


 


“…Ah, apakah itu Sohei-kun?”


"Ya. Dia sepertinya tidak terlalu senang melihatmu berbicara dengan orang sepertiku.”


"…Kenapa ya. Yang aku lakukan hanyalah melakukan percakapan normal dan biasa dengan Mu.


 


Ryuichi tahu alasannya. Itu karena ada segelintir orang yang tahu bagaimana dia sebelumnya, dan dan mereka tidak bisa menerima kenyataan baru ini.


 


Tapi bagaimanapun juga, dia diam-diam melirik wajah Shizuna tanpa dia sadari. Di manga, dia akan selalu tersenyum saat melihat So

hei. Tapi sekarang, raut wajah Shizuna saat dia melihat Sohei tampak seperti campuran antara pasrah dan kecewa.


 


“… Oh, benar. Shishido-kun.”


"Ya?"


“Bisakah kita bertukar kontak?”


 


Kemudian, Mereka pun mulai semakin dekat.





Chapter Selanjutnya


Daftar Chapter


Chapter Sebelumnya 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments