
Chapter 2 Tidak Banyak Yang Berubah
"...Dia benar benar cantik."
Ryuichi yang telah kembali ke apartemennya, memikirkan kembali pertemuannya dengan Shizuna.
Ya, itu adalah penampilan yang membuatku yakin bahwa dia adalah karakter Heroine dalam manga. Dia memiliki pesona yang membuat pria pria manapun ingin melahap tubuhnya.
Ryuichi awalnya jatuh cinta padanya, itu membuatnya frustrasi dengan cara dia mencoba mendapatkannya dengan segala cara, itu bisa difahami.
"Hei Rindo, apa kau mau menjadi pacarku?."
"Tidak. Aku memiliki orang lain di dalam hatiku, dan aku benci pria sembrono sepertimu.
Cerita dimulai dengan percakapan itu.
Segera setelah adegan karakter utama berakhir, plot keduanya pun dimulai, tindakannya dibiarkan tidak terkendali, dan tidak lama setelah itu, dia bena benar sudah menguasai tubuh Shizuna seutuhnya, itu sudah menjadi plot dalam genre NTR.
"...Haa, ini adalah dunia yang kejam."
Itu adalah kata-kata Ryuichi karena dia tahu apa yang terjadi di dunia ini.
Setelah berbaring dan memikirkan berbagai hal untuk beberapa saat, Ryuichi muak dengan kamarnya yang berantakan diapun mulai membersihkannya. Dia memilah dengan rapi sampah yang bisa dibakar dan yang tidak bisa dibakar ke dalam kantong sampah tanpa tercampur.
Beberapa saat setelah dibersihkan, itu terlihat masih berantakan, tapi lumayan bersih. Setelah membandingkannya dengan ruangan kotor sebelumnya, Ryuichi mengangguk, mengira itu lebih baik.
"Kalau begitu, aku akan menyiapkan makanan ..."
Meskipun dia bilang menyiapkan makanan, pada dasarnya dia hanya membuat ramen cup. Ketika dia menginginkannya, dia hanya akan memasak makanan sederhana, dan kebiasaan makannya benar-benar buruk. Tapi meski begitu, masih menjadi misteri kenapa tubuhnya masih tetap bagus, apakah itu kemampuan adaptasi atau memang diciptakan sperti itu sejak awal.
"……Hmmm?"
Ketika aku sedang menunggu ramenya matang dengan tenang, bel pintu tiba tiba berbunyi pertanda ada tamu yang datang ke apartemenya. Bukan hal yang aneh bagi Ryuichi jika ada tamu yang datang di jam seperti ini.
"Ini bukan waktu yang tidak tepat"
dia sudah bisa tau siapa yang berkunjung itu, tapi meski begitu, Ryuichi menuju pintu masuk. Tanpa memastikan siapa yang datang, Aku membuka pintu, ada seorang wanita yang terlihat mencolok disana.
"Yoho~ Ryuichi, sudah lama sejak kemarin lusa"
"Oh ... Kau bahkan tidak bilang bahwa kau akan datang?"
"Tidak apa-apa. Kau dan aku memiliki hubungan yang baik."
Setelah mengatakan itu, wanita itu memasuki rumah.
"Ho? Bukankah ini terlihat sedikit lebih rapi?"
"Aku membersihkannya."
"Hmm, itu tidak biasa. Yah, tapi itu masih kotor."
"Diamlah"
Wanita itu duduk dengan suara gedebuk, seolah mengatakan bahwa itu adalah tempat yang biasa dia tempati.
Nah, wanita yang mencolok ini sederhanaya sperti seorang teman. Sebelum mendapatkan kembali ingatannya, dia adalah seorang yang pernah melakukan hubungan nakal denganya.
Namanya adalah Yomi Chisa, dia seorang mahasiswa, sperti yang tadi dijelaskan, dia memiliki penampilan mencolok dengan rambut cokelat setengah panjang, dan mengenakan kemeja dengan dada terbuka di bawah jaketnya, dia bahkan tidak berusaha menyembunyikan belahan dadanya yang montok.
"Apakah suasana hatimu berubah?"
"... Ayolah. Aku hanya memikirkan bagaimana cara aku harus bersikap."
Aku sendiri tidak menyadarinya, tetapi tampaknya orang lain dapat memahami perubahan Ryuichi dengan sangat baik. Meski begitu, Ryuichi sepertinya tidak peduli dan mulai memakan cup ramen yang telah dia siapkan.
“Setidaknya masaklah sesuatu yang sederhana, Kau akan merusak tubuhmu jika memakan makanan itu terus."
"Kalau begitu buatkanlah untuku."
"Kalau kau mau, telepon aku kapan saja. Aku akan memasakan sesuatu untukmu."
Ryuichi mengakhiri pembicaraan dengan mengatakan bahwa dia akan menghubunginya suatu hari nanti setelah mendengar kata-kata Chisa.
Pertama-tama, jarang ada pertemuan antara siswa sekolah menengah dan seorang mahasiswa di hari biasa, tetapi jika Kau pergi ke jalan pada malam hari, kau akan menemukan banyak pertemuan itu. Ryuichi dan Chisa bertemu di klub malam. Itu adalah tempat yang tidak boleh dikunjungi anak di bawah umur, tetapi untuk anak nakal seperti dia, itu bukanlah apa-apa.
Keduanya bertemu di sana dan mengadakan one-night stand atas undangan Ryuichi. Untuk Ryuichi, itu seharusnya berakhir di sana, tetapi Chisa tampaknya cukup menyukai Ryuichi, dan hubungan merekapun berlanjut.
(...Enak rasanya melakukan itu, tapi apakah aku masih bisa menjalani kehidupan yang lurus?)
Itulah pertanyaan yang Ryuichi tanyakan pada dirinya sendiri.
Jika kau seorang siswa sekolah menengah normal, kau tidak akan membuat teman seks, dan yang paling utama, kau bahkan tidak akan berpikir untuk tidur dengan pacar orang lain. Nah, jika aku mengatakan itu, ceritanya mungkin akan hancur, dan alasan keberadaan Ryuichi di dunia ini mungkin akan hilang.
"... Menyedihkan bahwa menikung orang adalah alasan keberadaannya."
"Ada apa?"
"Tidak apa-apa"
Ryuichi selesai makan mie dan meminum kuahnya dengan bersih.
"Kau akhirnya selesai makan. Ayo, ayo kita lakukan."
"...bukankah ini terlalu mendadak?"
"Apa yang kau bicarakan? Ketika aku melihatmu, aku tidak tahan lagi. Apakah kau tahu siapa yang menyebabkan aku menjadi seperti ini?"
"Aku?"
"Tentu saja. Tidak ada seseorang yang bisa membuatku lebih baik selain dirimu"
Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku sudah diatur seperti ini .
Sampai beberapa waktu yang lalu, Ryuuichi mungkin akan merasa lebih baik setiap kali dia mendengar kata-kata itu, tetapi sekarang ingatannya yang sebelumnya teringat kembali seperti ini, dia tidak tahu bagaimana harus bersikap. Tapi meski begitu, tubuhnya tetap jujur.
"Tidakkah menurutmu kau terlihat menyedihkan bagi siswa sekolah menengah lain?"
"Kaulah yang membuatku menjadi seperti ini, ♪Hei, ayolah... cepat!"
Bahkan jika kesadarannya berubah, jalan hidupnya tidak akan berubah... itu sebabnya Ryuichi menanggapi permintaan Chisa.
"Lagipula, kau yang terbaik. Kebanyakan wanita pasti akan merasa gugup dipeluk tubuh ini."
Dan setelah hubungan mereka selesai, Ryuichi berbaring dengan Chisa di pelukannya.
(Tl: Yah... Di skip ternyata bruh...)
Bagi Ryuichi yang pada dasarnya tidak cocok bergaul dengan pria yang serius dan selalu bergaul dengan orang yang buruk, Chisa adalah wanita yang mudah bergaul. Itu karena dia menerima bahwa Ryuichi adalah orang yang seperti ini, dan melanjutkan hubungan di atasnya.
“Chisa, kau populer di kampus, kan?. Bukankah seharusnya banyak yang mendekatimu atau sesuatu."
"Aku tidak menyangka kau akan menanyakan itu. Kau bukanlah tipe orang yang akan peduli dengan hal seperti itu?"
"Kau benar, aku hanya bertanya pertanyaan acak"
Ryuichi mengangguk ketika dia mengatakan itu benar.
Ryuichi selalu berpikir bahwa meskipun kesadarannya berubah, dia percaya bahwa cara hidupnya tidak akan berubah semudah itu. Itu terbukti setelah dia memeluk Chisa dan kemudian pergi.
Namun, itu tidak lama sebelum hidupnya berubah.
Hari berikutnya.
Bahkan setelah masuk SMA, Ryuichi masih dipandangi dari kejauhan, tapi sang heroine... Shizuna memanggilnya.
Shizuna belum pernah berbicara dengan Ryuichi sebelumnya. Shizuna memanggil Ryuichi, yang memasuki ruang kelas, seolah itu bukanlah hal yang normal.
"...Shizuna?"
Teman masa kecil Shizuna atau sang protagonis dunia ini juga menyaksikan tindakan Shizuna dengan tidak percaya. Namun, yang lebih bingung dari mereka adalah Ryuichi. Bahkan jika itu adalah fakta bahwa dia menyelamatkan Shizuna, dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan terlibat di tempat di mana ada begitu banyak perhatian.
"Shishido-kun, terima kasih untuk kemarin. Berkatmu, aku terselamatkan."
"Jika itu hanya ucapan terima kasih, aku sudah menerimanya kemarin, bukan? Aku tidak membutuhkannya lagi."
"...Begitukah? Kupikir kemarin itu tidak sopan karena tidak melakukannya secara langsung."
"Kau terlalu tulus," gumam Ryuichi dalam benaknya.
Dan erbicara dengannya, topik normal seperti ini tidak ada di manga itu sendiri. Dulu alasan Ryuichi terlibat dengannya sejak awal adalah karena dia menginginkan segalanya tentangnya.
"Bukankah normal untuk berterus terang?"
"... Tidak, bukan itu masalahnya."
Cara dia hidup sampai saat ini telah menciptakan dia yang saat ini, tetapi tentu saja Ryuichi tidak berniat membicarakannya meskipun itu adalah Shizuna. Meski begitu, Ryuichi takut dia akan kehilangan kesabarannya. Aku tidak tahu apa yang terjadi di bagian kedua ketika aku tenggelam dalam kesenangan.
“Ayolah, kembali ke tempat dudukmu. Teman masa kecilmu telah memperhatikan mu sejak tadi."
"Dia tidak sperti itu... yah, tidak apa-apa. Kalau begitu, Shishido-kun, sampai jumpa lagi."
Tidak akan ada lagi, Ryuichi berbisik pelan, suara itu bahkan tidak mencapai Shizuna.
Ryuuichi menghela nafas lelah, tidak pernah berpikir bahwa pertemuan kebetulan itu akan mengubah kesan Shizuna seperti ini.
Sementara itu sang protagonis menatap tajam kearahnya.
Catatan:
Sedikit penjelasan untuk yang gak tau apa itu One Night Stand.
Jadi singkatnya itu adalah saat dimana seorang pria dan wanita berhubungan selama 1 malam tanpa adanya komitmen atau emosi khusus.
Misalnya lu lagi ada di klub, kemudian lu ngajak cewek yang gak lu kenal buat begituan dan si cewek pun setuju, nah pas lu udah ngelakuin itu, yaudah, pulang ke rumah masing masing, gabakal ada drama atau apapun.
Ya salah satu jenisnya itu kek open BO lah.
Kenapa gua ngasih tau?
Buat ngingetin aja
Untuk jangan ngelakuin hal itu karena bisa bikin lu nyesel dalam berbagai hal.. Terutama untuk kalian para woman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar